Anik Zahra

Guru Bahasa Inggris di MTsN 5 Jombang. Email: anik.zahra@yahoo.com...

Selengkapnya

Resensi Buku KH. Abdul Wahab Chasbullah (Dari Pesantren untuk Indonesia)

Resensi Buku

Oleh : Ni'matuz Zahroh

Judul : KH. ABDUL WAHAB CHASBULLAH ( Dari Pesantren Untuk Indonesia )

Penyunting : Ubaidillah Sadewa

Penerbit : Lingkar Muda Nusantara

Editor : M. Ridho S. Zarkasyie

Cover & Lay out : Umar Faruq

Cetakan : 1 Agustus 2014

Tebal : 69 Halaman

ISBN : 978-602-71221-1-6

KH ABDUL WAHAB CHASBULLAH adalah salah satu pendiri Nahdlotul Ulama’ yang dilahirkan pada tanggal 31 Maret 1888 di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Kiai Wahab lahir dari pasangan suami istri yaitu, Kiai Chasbullah dan Nyai Latifah, beliau dididik ayahnya sendiri cara hidup seorang santri, sang ayah juga membimbingnya untuk menghafal juz amma dan membaca Al-Quran dengan tartil dan fashih. Masa pendidikan kiai Wahab dari kecil hingga besar banyak dihabiskan di pondok pesantren, selama kurang lebih 20 tahun. Pada tahun 1914 kiai Wahab menikah yang pertama kali dengan putri kiai Musa yang bernama Maimunah, sejak itu ia tinggal bersama mertua di kampung Kertopaten, Surabaya.

Buku ini membahas tentang sejarah hidup KH Abdul Wahab Chasbullah yang tidak bisa dipisahkan dengan sejarah Nahdlotul Ulama’, bagi warga NU, Kiai Wahab tidak sebagai tokoh dan pendiri, melainkan juga sebagai simbol pemersatu, yang menarik juga adalah tradisi intelektualnya di kalangan ulama pesantren. Dimulai dengan mendirikan Tashwirul afkar tahun 1914 bersama KH. Mas Mansur, mendirikan pergerakan Nahdhotul Wathon dan Syubbanul Wathon, memprakarsai inspirasi dan skaligus membidani lahirnya Nahdlotul Ulama’. Sebagai perintis berdirinya NU, kiai Wahab dengan dibantu oleh pengurus yang lain berjuang untuk mengembangkan organisasi yang baru berdiri dari surau ke surau, dari masjid ke masjid dan dari satu kota ke kota lainnya.

Pergerakan KH. Wahab Chasbullah sudah dimulai sejak beliau mencari ilmu di Makkah. Disana beliau mendirikan SI (Serikat Islam) cabang Makkah. Sepulang dari pendidikannya di Makkah, kiai wahab tidak seperti teman-temannya yang kebanyakan mendirikan pesantren, beliau justru memilih tinggal di Surabaya. Di kalangan pesantren, sosok kiai wahab dikenal sebagai seorang ulama’ yang berpandangan modern. Ia selalu menekankan pentingnya kebebasan dalam keberagaman terutama kebebasan berfikir, dan berpendapat dikalangan umat Islam Indonesia. Kiai Wahab juga membentuk kelompok diskusi antar ulama’, baik di lingkungan NU, Muhammadiyah, dan organisasi islam lainny, pada 1914 di Surabaya. Kelompok diskusi bentukan kiai Wahab ini diberi nama taswirul afkar.

Pada 1924, para pemuda yang mendukung kia Wahab, membentuk wadah dengan nama Syubbanul wathon. Organisasi inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya GP Ansor setelah sebelumnya mengalami perubahan nama seperti persatuan pemuda NU (PPNU), pemuda NU (PNU), dan Anshoru Nahdlotul Oelama’ (ANO). Sedangkan dimasa awal kemerdekaan, kiai Wahab bersama kalangan pergerakan lain, seperti Ki Hajar Dewantara, Dr. Douwes Dekker, dan Dr. Radjiman Wedyadiningrat duduk dalam dewan pertimbangan agung, lalu berkali-kali duduk dikursi parlemen sampai akhir hayatnya pada 1971.

KH. Abdul Wahab Chasbullah menjabat rais Aam Nahdlatul Ulama’ sampai akhir hayatnya. Muktamar NU ke 25 di Surabaya adalah muktamar terakhir yang diikutinya. Akhirnya, tepat empat hari setelah muktamar, atau tepatnya Rabu, 12 Dzulqo’dah, 1391 H / 29 Desember 1971, kiai Wahab Wafat di kediamannya, di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas Jombang.

Meskipun buku ini kecil, tapi buku ini mengungkap banyak kelebihan dan membuat menarik para pembaca, karena buku ini juga disertai dengan cover yang tepat, juga cover belakang yang disertai dengan Mars Syubbanul Wathon. buku ini mudah dipelajari dan difahami karena penjelasannya singkat dan juga sangat cocok untuk orang pemula yang ingin mengetahui tentang KH. Wahab Chasbullah.

Meski banyak kelebihan, buku ini juga mengandung kekurangan pada beberapa foto yang kurang jelas. Jadi para pembaca harus benar-benar memperhatikannya. Buku ini mengungkapkan kisah perjuangan KH. Wahab Chasbllah dari awal hidupnya sampai akhir hayatnya. Terutama perjuangan melawan penjajah dan mendirikan berbagai organisasi yang sangat penting.

Atas saratnya nilai-nilai pengabdian, perjuangan dan kecintaan terhadap bangsa dan negara yang sangat patut diteladani oleh generasi saat ini dan generasi bangsa yang akan datang, kabupaten jombang bekerjasama dengan Universitas Nasional serta komponen masyarakat lainnya berinisiatif mengusulkan KH Abdul Wahab Chasbullah sebagai Pahlawan Nasional dan di tetapkan pada tanggal 6 November 2014.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Tokoh NU yang luar biasa dalam keilmuannya, dari beliaulah Syubhanol Wathon membahana di negeri ini. Sebagai bahan bakar semangat, tuk gerakkan kaum Nadhliyin berjuang dalam garis depan pertahankan kehormatan bangsa. Tokoh yang lahir dari rahim NU, penggerak resolusi jihad yang menjadi cikal bakal hari Santri di kemudian hari. Barakallahu KH. Wahab Chasbullah, kami belajar banyak arti mencintai bangsa dan negara bersama jejak sejarah.

06 Dec
Balas

Barokallah... Inspirator sejati

06 Dec

Wowwww resensi yg luar biasa. Sukses selalu dan barakallah

06 Dec
Balas

Terimakasih,,, tunggu resensi buku selanjutnya. Semoga menginspirasi...

06 Dec

Tampil di depan berperan mempertahankan makam kanjeng Nabi Muhamad Saw yg akan dibongkar pemerintah Saud.Terimakasih atas resensi buku hebat yg mengisahkan Kyai Haji Wahab Chasbullah... Buku manfaat dan keteladanan beliau. Sukses, bu...

06 Dec
Balas

Terima kasih,, semoga menginspirasi

10 Dec

Mbah Wahab berdakwah seperti Walisongo, pembalutan Budaya dg Islam.

07 Dec
Balas

Banyak hal dari beliau yang harus kita teladani,, meski hal kecil yg kita mampu lakukan..

10 Dec

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali